Pengertian dan Evolusi Nama PHP











Dulunya PHP dikenal sebagai singkatan :
PHP : Personal Home Page
yang berarti mencerminkan tujuan awal PHP, yaitu sebagai alat untuk membuat halaman web pribadi yang dinamis. Pada saat itu, PHP hanyalah sekumpulan skrip CGI (Common Gateway Interface) yang digunakan untuk melacak lalu lintas pengunjung di halaman web pribadi.

dan kemudian PHP berubah arti yang sekarang dikenal sebagai :
PHP : Hypertext Preprocessor
Sekarang, PHP telah berkembang menjadi bahasa pemrograman server-side yang penuh fitur, yang digunakan untuk membangun berbagai aplikasi web dinamis dan interaktif. Tidak lagi hanya sekumpulan skrip CGI sederhana, PHP kini memiliki peran yang jauh lebih kompleks dan mendalam dalam pengembangan web. Yang dimana "Hypertext Preprocessor" sendiri menggambarkan fungsi utama PHP saat ini: memproses hypertext (HTML) sebelum dikirimkan ke browser pengguna.

Kegunaan PHP











Dulu, kegunaan awal nya adalah untuk mengumpulkan data pengunjung dan menampilkan informasi statistik sederhana pada halaman web pribadi, hingga dapat membantu membuat halaman web yang bisa berubah-ubah isinya berdasarkan data atau input dari pengguna.



 








Sekarang, banyak sekali kegunaan PHP, diantaranya sebagai berikut:
1). Membuat aplikasi web yang interaktif dan dapat berinteraksi dengan pengguna dan database, seperti situs e-commerce, portal berita, dan media sosial.
2). Sering digunakan bersama dengan database (seperti MySQL) untuk mengelola data, termasuk menyimpan, mengubah, dan mengambil data dari server. Ini termasuk CRUD (Create, Read, Update, Delete) operasi pada data, seperti membuat, menampilkan, mengubah, dan menghapus data pengguna.
3). Memiliki berbagai framework seperti Laravel dan Symfony yang membantu pengembang membangun aplikasi web dengan struktur yang lebih baik, fitur yang lebih lengkap, dan keamanan yang lebih tinggi.
4). Membuat API (Application Programming Interface) yang memungkinkan aplikasi lain berkomunikasi dan bertukar data dengan aplikasi yang dibangun dengan PHP.
5). Menjadi dasar dari banyak CMS (Content Management System) populer seperti WordPress, yang memungkinkan pengguna tanpa keterampilan pemrograman untuk membuat dan mengelola situs web.
6). Mengolah data yang dikirimkan oleh formulir HTML, melakukan validasi, dan menyimpan data tersebut ke dalam database.
7). Memungkinkan pembuatan sistem autentikasi, manajemen sesi, dan berbagai teknik keamanan untuk melindungi aplikasi web dari serangan cyber.
8). Mendukung berbagai teknik untuk melindungi aplikasi dari ancaman umum seperti SQL injection, Cross-Site Scripting (XSS), dan Cross-Site Request Forgery (CSRF).
9). Dapat digunakan untuk mengunggah, memindahkan, mengedit, dan mengelola file di server. Ini termasuk manipulasi gambar, pembuatan thumbnail, dan konversi format file.
10). Memiliki fungsi bawaan dan pustaka tambahan untuk mengirim email, yang sering digunakan dalam aplikasi web untuk mengirim notifikasi, reset password, atau konfirmasi pendaftaran.

Asal-Usul PHP



Awalnya PHP cuma dipakai sendiri oleh Rasmus Lerdorf, kemudian dirilis ke publik di tahun 1995.





PHP pertama kali dikembangkan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994.  Lahir pada tanggal 22 November 1968 di Greenland, ia adalah seorang insinyur perangkat lunak yang juga terkenal karena kontribusinya terhadap beberapa proyek sumber terbuka lainnya. Setelah menciptakan PHP, Lerdorf terus aktif dalam pengembangan dan promosi PHP selama beberapa tahun.

Pada saat itu, Lerdorf menciptakan PHP sebagai sekumpulan skrip sederhana dalam bahasa C untuk melacak jumlah pengunjung di halaman web pribadinya. Skrip-skrip ini kemudian dikenal sebagai "Personal Home Page/Forms Interpreter" atau PHP/FI.

Lerdorf awalnya tidak berniat menciptakan bahasa pemrograman baru, melainkan hanya alat praktis untuk kebutuhannya sendiri. Namun, ketika ia menyadari bahwa alat ini bisa bermanfaat bagi orang lain, ia merilisnya secara publik pada tahun 1995, dan PHP mulai mendapatkan perhatian dari komunitas pengembang web.

Perkembangan PHP










  • PHP/FI 2.0 (1995): Versi ini dirilis dengan tambahan fungsionalitas seperti dukungan terhadap formulir HTML, pengolahan data, dan kemampuan berinteraksi dengan database.
  • PHP 3.0 (1997): Andi Gutmans dan Zeev Suraski bergabung dengan proyek ini, dan mereka merekonstruksi inti dari PHP, menjadikannya lebih modular dan memperluas fungsionalitasnya. Pada titik ini, nama PHP berubah menjadi "PHP: Hypertext Preprocessor".
  • PHP 4.0 (2000): Dirilis dengan mesin scripting yang baru, yaitu Zend Engine 1.0, yang membuat PHP lebih cepat dan lebih efisien. Ini juga menambahkan banyak fitur baru, seperti dukungan untuk sesi (session handling) dan output buffering.
  • PHP 5.0 (2004): Peningkatan besar-besaran dengan diperkenalkannya Zend Engine II. PHP 5.0 membawa dukungan penuh untuk pemrograman berorientasi objek (OOP), yang merupakan lompatan besar dalam fungsionalitas dan struktur PHP.
  • PHP 7.0 (2015): Setelah PHP 6 mengalami kegagalan dalam pengembangannya, PHP 7 dirilis dengan peningkatan kinerja yang signifikan, hampir dua kali lebih cepat dari PHP 5.6, dan mengurangi konsumsi memori.
  • PHP 8.0 (2020): PHP 8.0 memperkenalkan JIT (Just-In-Time) compiler, yang lebih meningkatkan kinerja PHP dengan memungkinkan eksekusi kode yang lebih cepat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama